PEREMPUAN TOLOL

by - 08.35

"Menunggu datang gelap, sampai suatu saat tak ada yang ku dapat."

Aku masih tak percaya, kamu telah pergi berubah menjadi orang yang berbeda, tak ku kenal, seperti tak pernah ku temui. Rumah mu kini bukan Aku, atau pun cinta yang ku beri. Aku cukup mengerti atas perubahan mu, setiap orang bisa berubah, secepat apa pun yang ia mau. Dan sekeras apa pun aku berusaha mengingatkan mu pada masa lalu pada akhirnya tak ada hasil ku tuai, bahkan cinta yan kutawarkan tak kau sentuh secuil pun, malah hanya komedi yang kau jadikan tertawaan!. kamu bahagia? ya aku tau...! aku pun turut merasakannya lewat air mata. Kamu bukan siapa-siapa (dulu), dan sekarang pun bukan siapa-siapa. Aku tak mengenal mu lagi, tak pantas mengingat mu, juga tak pantas meminta mu kembali. Maaf jika selama kurun waktu bersamaku, aku terlalu memaksakan mu, untuk menerima cinta yang ku beri.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, cepat atau lambat, pepatah itu akan terjadi pada siapa pun, termasuk kita, tidak hanya aku...!! Jika perubahan mu, membuat mu bahagia, aku akan turut bahagia, tapi maaf bisa kembalikan cinta yang kuberi? karena kamu pasti tidak membutuhkan cinta bodoh itu lagi. Ya kan?
Bukan kah hal mudah..? untuk berkata "Maaf aku tak mencintai mu lagi..!!" atau sekedar " Pergi, cukup jangan ganngu aku lagi". Pasti aku bakal terima dengan mudah, sama seperti dulu kamu berkata " Aku mencintai mu". bukan kah aku menerima dengan mudah hal itu? tentu saja jika cinta yang ku tawarkan kau tolak aku juga menerimanya dengan baik, tak perlu ada tertawaan baik darimu, atau sebangsamu. Jujur, aku tak bisa berhenti tertawa sambil mengeluarkan bulir air mata. Mungkin aku memang terlalu rendah dimatamu, perempuan yang seenaknya jidatnya datang dan pergi memberikan cinta, mengemis cinta, dan seolah-olah setia pada cinta. seperti itu kah? ya aku memang perempuan menyedihkan seperti itu. Bukan kah ini saatnya kamu tertawa??? Tertawalah atas pengakuan ku,tertawa sepuas mu, sampai ada akhirnya didalam tawamu akan ada isakan kecil yang mengiringinya. Aku ingin tanya satu hal..! apa dengan melihat tangisku berarti kemenangan bagimu?. Aku yakin kamu tak akan mengerti apa yang ku katakan, karena buta dan tuli itulah kamu. Jadikan gadis kecil yang mengemis cintamu ini tertawaan! sampai pada akhirnya gadis kecil ini mati terbunuh oleh tertawaanmu.

Dari perempuan bodoh, yang masih mengemis cintamu,
yang masih berusaha tegar dihadapanmu,
bunuh saja dia, karena telah meminta pada orang yang salah.

You May Also Like

0 komentar